Kamis, 08 Januari 2015

SAYA DAN BUKU


SAYA DAN BUKU
 Aku pun tidak tahu kapan tepatnya buku hadir dalam kehidupanku, kapan dia menyusup mengisi hari-hari dimasa kecilku. Kapan dia  menjadi lampu penerang dan kapan dia menjadi kenangan yang tak terlupakan. Kapan dia ada disetiap hariku, kapan dia menjadi barang yang sering kugenggam ditanganku dan kapan dia menjadi sesuatu yang aku rindukan untuk kusentuh kembali, dan kapan dia memjadi memori di ingatanku dan kapan aktivitas bercengkrama dengannya menciptakan kenangan yang begitu  indah. Namun aku begitu menyukainya, aku sangat menyukai berjalan diantara lorong rak penuh buku, jemariku menari disela-sela deretan buku dan meraih satu untuk kubaca sampul belakangnya. Aku menyukai bau dari setiap lembar buku yang kubuka, buku baru selalu memberi bau yang khas disetiap halamannya.
Yang pasti interaksi skala dekatku dengan buku bermula ketika aku masih duduk disekolah dasar kelas 5. Aku selalu pergi ke perpustakaan sekolah, membaca disana dan terkagum-kagum dengan satu lemari yang penuh dengan buku.mulutku Selalu menganga dan berdecak kagum ketika kumenemukan buku bagus dan  senantiasa antusias untuk meminjamnya. Dirumah, aku punya tempat favorite untuk membaca, disudut ruangan tanpa alas, tanpa meja aku sering gelongsoran disana dengan bukuku. Setiap pulang sekolah, aku tidak sabaran untuk membukanya. Setelah selesai semuanya aku langsung mengambil tempat dan mencari nyamanku. Menghabiskan satu buku cerita yang begitu mengagumkan dan kubaca berulang-ulang kali setelahnya. Aku menghabiskan 2 tahun terakhir di sekolah dasar dengan buku-buku sederhana perpus sekolahku, sampai buku yang kupinjam menumpuk di meja belajarku karena aku tidak rela untuk mengembalikannya. Aku hanya memikirkan satu hal, kalau buku itu ku keembalikan bagaimana jika aku akan membacanya kembali? Dan benar aku membaca sebanyak 6 kali untuk cerita yang sama, untuk pertama kalinya aku menangis membaca kisah perjuangan kemerdekaan, aku lupa judulnya tapi cover buku itu bewarna hijau muda dan menggambarkan para serdadu membawa pistol mereka. Sketsa sederhana dari sampulnya, aahh mahmud dengan kakeknya yang pejuang. Aku begitu mearaskan mejadi mahmud, mendengar penturan kakek tentang sejarah kemerdekaan dengan seksama dan aku tak kapok untuk membacanya lagi dan lagi.. aaahh aku ingin kembali kemasa itu, buku-buku itu yang sekarang aku tak tahu wujudnya dan dimana keberadaannya. Masihkah dia utuh ataukah? aku ingin mencumbumu kembali buku-buku kecilku,mengajak jariku membuka lembaran yang dulu pernah kusentuh dengan jari kecilku, bernostalgia denganmu mengenang kecilku.. Sungguh aku merindukan masa-masa kecilku, saat ghirah keingintahuannku sedemikian besarnya, ketika semangat membacaku sedang kenceng-kencengnya.
Aku menemukan kesenangan melebihi bermain ketika aku meneemukan dunia dalam bacaanku, aku tenggelam dan larut dalam suasana buku yang kubaca. Buku sederhana untuk ukuran anak sekolah dasar, buku cerita dan cerita atau bolehlah kusebut novel taraf sekolah dasar. Memang buku biasa, tapi bermula darinya aku menumbuhkan kebiasaan membaca. Berangkat darinya Kebiasaan membacaku berlanjut ketika SMA, hal yang buruk ketika aku berteu dengan buku yang kurasa bagus, aku mengehentikan nonton tv, mencampakkan hp hanya untuk menyelesaikan buku-buku yang aku pinjam karena jatah peminjamannya hanya satu minggu. Aku menikmati waktu siangku, menikmati buku yang aku buka lembar demi lembar di sudut ruangan.
Aku tidak tahu dari mana kesukaan membaca ini kudapat, kalau melihat dari orangtua kurasa baba dan ibuku bukan orang yang hobi membaca, tapi aku melihat dilemari baba banyak sekali kitab berbahasa arab dan kala itu aku pun tidak memahaminya, namun aku sering melihat baba membuka-buka kitabnya. Yang aku ingat baba juga sering memberiku buku kosong dan beliau juga tidak marah ketika beberapa kitabnya aku coret-coret dan samapai sekarang ada beberapa gambar dimasa kecilku yang tersimpan dilemarinya baba. Begitupun dengan ibuku, ibu mengajari aku abjad sebelum masuk sekolah dan ibu selalu menecritaka dongeng dan sering emmebriku buku untuk kucoret-coret.

To be continue......................................................... :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar