REVIEW BUKU
Nama : Azimatus syarifah
NIM : 123911039
JUDUL BUKU : A-Z kampanye
non-kekerasan dari filosofi hingga aksi
ISBN : 978-979-15879-3-8
PENULIS : WRI (War Resister’s International) team
PENERJEMAH : Musahadi HAM,
Tolkhah, M.mukhsin jamil, Imam Taufiq,
Akhmad Arif Junaidi, Misbah zulfa Elizabeth (WALISONGO MEDIATION CENTER)
EDITOR : Musahadi HAM dan misbah zulfa elizabeth
DESAIN COVER : Hilya_r
LAYOUT : Mustaqim, norhisyam
(PT. Pustaka rizki putra semarang)
Tanggal terbit : agustus, 2009
Ukuran buku : xii + 170 hlm.; 21cm
1.
RINGKASAN
BUKU
Judul buku A-Z
kampanye non kekerasan adalah buku yang yang hendak berbagi informasi dan
pengalaman mengenai aksi non kekerasan. Buku yang diterbitkan oleh walisongo
mediation center ini adalah hasil dari usaha kolaboratif para aktivis non
kekerasan yang tergabung dalam jaringan WRI (War Resister’s international )
yang anggotanya dari berbagai negara seperti Australia, belgia, columbia,
chili, jerman, italia, israel, korea selatan, skotlandia, spanyol, turki. Dan
buku ini merupakan terjemahan yang diterjemahkan oleh Musahadi HAM, tolikhah,
M.mukhsin jamil, Imam taufiq, akhmad arif junaedi, misbah zulfa elizabeth di
bawah naungan walisongo mediation center.
Di dalam buku
ini menjelaskan mengenai cara mengembangkan kampanye non-kekerasan strategis,
cara menyiapkan aksi-aksi non kekerasan efektif, berbagai latihan untuk
kerja-kerja non kekerasan termasuk
dinamika kelompok dan persoalan gender, dan berbagai cerita dan strategi yang
menunjukan penggunaan alat-alat organisasi non-kekerasan dan menggambarkan
kampanye-kampanye berskala global.
2.
ISI
Buku ini
diawali dengan pembahasan mengenai pengenalan tentang non-kekerasan an mengapa
menggunakan istilah tersebut. Yakni kerja non-kekerasan adalah sebuah ambisi
untuk mengakhiri kekerasan, baik kekerasan fisik atau kekerasan yang
terstruktur dan kebanyakan orang memiliki banyak pandangan untuk mengadopsi
non-kekerasan.
Pandangan-pandangan
yang berbeda dalam memahami sesuatu dapat menjadi sumber gesean didalam
berkampanye, dan membutuhkan pemecahan. Dalam bab ini diterangkan bagaiman
non-kekerasan itu bekerja,dan bagaimana
pelatihan aksi non kekerasan, termasuk didalamnya topik-topik potensial
untuk pelatihan aksi non kekerasan, sampai dengan sejarah penggunaan aksi
non-kekerasan.
Bab kedua
membahas tentang gender dan non-kekerasan, karena gender adalah dalam definisi
masyarakat kita adalah tentang peran laki-laki dan wanita, maskulinitas dan
feminitas. Tradisi masyarakat yang telah membuat maskulinitas sebagai suatu
yang dominan, agresif dan mengontrol serta feminitas kelemahan, submisif, dan
melayani secara dalam telah mempengaruhi.
Kesadaran akan
gender akan membantu kita meyakinkan bahwa dalam tindakan dkita tidak
melanggengkan ketidakadilan yang sama. Mungkin gender bukan penyebab konflik,
tapi perbedaan pandangan kita mengenai maskulinitas dan feminitas menjadi
penyebab konflik dan menetukan cara orang bertikai. Dalam bab ini enulis memasukan konsep-konsep
dan latihan-latihan untuk meneliti
kampanye dan aksi non-kekerasan melalui kacamata gender.
Gender adalah sebuah kontruksi sosial mengenai
gagasan yang mendefinisikan peran, sistemkepercayaan dan sikap, bayangan, nilai
serta harapan mengenai laki-laki dan perempuan. Gender memberikan kontribusi yang
besar dalam pembentukan relasi kekuasaan, tidak hanya antara laki-laki dan
perempuan tetapi juga dala masing-masing kelompok yang banyak menimbulkan masalah.
Dalam bab ini
gender di bahas untuk meluruskan bagaimana gender itu dan seperti apakah
pembahasan non-kekerasan dalm kacamata gender. Dalam kampanye non-kekerasn
butuh yang namaya perencanaan dan fasilitas pelatihan dan juga melibatkan
banyak orang. Karena itu penulis
menyajikan informasi dalam buku ini seputar
bagaimana mengatur sebuah pelatihan dan memfasilitasinya, bagaimana
belajar bekerja sama, dilanjutkan dengan kampanye/ non kekerasan. Kampanye ini
menyangkut komitmen yang jelas terhadap non kekerasan, dalam hal ini terdapat
beberapa langkah dasar seperti meneliti, mengumpulkan informasi, mendidik dan
melatih, serta mengembangkan strategi.
Prinsip-prinsip
aksi non-kekerasn juga di embangkan sebagi sebuah prses kolaboratif dengan
melibatkan pelatihan non-kekerasan di Amerika Serikat.merencanakan aksi
non-kekerasan dan mengembangkan strategi yang efektif menjadi sesuatu yang penting untuk di
pertimbangkan.
Mengorganisir
aksi-aksi non kekerasan yang efektif, dan bagaiman acara mengorganisir sebuah
protes menjadi pembahasan yang bagus karena
dengan ini kita mampu mengorganisir konflik-konflik yang terjadi. Sebuah
protes muncul karena ada sesuatu ketidak cocokan baik dalam lingkup mikro yakni
individual ataupun kelompok sebagai suatu yang makro.
Buku ini juga
menyertakan pengalaman aksi non-kekerasan di berbagai negara disertai dengan
bagaimana aksi itu tidak hanya sekedar aksi melainkan juga disertai humor
dengan bijaksana. Cerita dan strategi
mengenai aksi non-kekerasan juga tak luput dalam buku ini. Karena bagian dalam
buku ini merupakan kumpulan dari berbagai cerita dan strategi penggunana non
kekerasan dalam berbagai belahan dunia, yang dari cerita itu membantu kita
untuk belajar dari pengalaman masa lalu, motivasi untuk bertindak.
Meskipaun konteks
dari cerita-cerita berbeda, tapi semua mempunyai non-kekerasan sebagai satu prinsip yang sama. Latihan-latihan untuk
aksi non-kekerasan di ceritakan secara gambalang sehingga penbaca bisa
mempraktekannya dengan mudah. Diharapkan latihan ini berguna dalam proses
mengembangkan kampanye non kekerasan.
Buku ini adalah
buku yang bagus karena buku ini seperti memprakarsai model kampanye yang tanpa
kekerasan, berusaha untuk menciptakan suasana yang damai dan rukun. Buku ini di
buat mungkin karena potensi konflik kekerasan itu sangat besar. Dan konflik itu
tidak bisa di kelola dengan baik. Buku ini bagus khususnya bagi orang-orang
yang merindukan kedamaian tanpa kekerasan.
Selain itu buku
ini juga adalah hasil dari kolaborasi dari para aktivis non-kekerasan yang
tergabung daam jaringan WIR (War Resister’s international) yang didalamnya
berasal dari berbagai negara di belahan dunia seperti Australia, belgia,
kolumbia, chili, jerman, italia, korea selatan, skandivia, spanyol dan turki.
Jadi buku ini hasil riset terhadap perubahan sosial yang ada, yang didalamnya
terdapat serangkaian penjelasan yang gambalang dan mudah di pahami. Juga, di
dalam buku tersebut disertai dengan cerita-cerita dan strategi mengenai aksi
non-kekerasan dari berbagai negara.
Yang menjadi
kelebihan buku ini juga adalah di sertakannya penjelasan mengenai
latihan-latihan aksi non-kekerasan yang bisa di praktekan bagi
pmbaca.Kekurangan buku ini adalah pada cover atau sampul yang kurang menarik,
ukuran buku yang mini. Namun kelebihannya lebih dari itu karena buku ini
mendidik dan berusaha untuk berkontribusi mengupayakan tercapainya dunia yang
berkeadilan dan berkedamaian.
3.
PENUTUP
Buku ini adalah
buku yang bagus terutama bagi siapa saja yang merindukan akan adanya perdamaian
di antara umat manusia yang berimplikasi akan terciptanya sebuah kerukunan
dalam kehidupan bermasyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar