Kamis, 08 Januari 2015

REVIEW BUKU


REVIEW BUKU
Nama : Azimatus syarifah
NIM : 123911039
JUDUL BUKU  : A-Z kampanye non-kekerasan dari filosofi hingga aksi
ISBN : 978-979-15879-3-8
PENULIS  :  WRI (War Resister’s International) team
PENERJEMAH :  Musahadi HAM, Tolkhah, M.mukhsin jamil, Imam Taufiq,
Akhmad Arif Junaidi, Misbah zulfa Elizabeth (WALISONGO MEDIATION CENTER)
EDITOR : Musahadi HAM dan misbah zulfa elizabeth
DESAIN COVER : Hilya_r
LAYOUT : Mustaqim, norhisyam  (PT. Pustaka rizki putra semarang)
Tanggal terbit : agustus, 2009
Ukuran buku : xii + 170 hlm.; 21cm



1.      RINGKASAN BUKU
Judul buku A-Z kampanye non kekerasan adalah buku yang yang hendak berbagi informasi dan pengalaman mengenai aksi non kekerasan. Buku yang diterbitkan oleh walisongo mediation center ini adalah hasil dari usaha kolaboratif para aktivis non kekerasan yang tergabung dalam jaringan WRI (War Resister’s international ) yang anggotanya dari berbagai negara seperti Australia, belgia, columbia, chili, jerman, italia, israel, korea selatan, skotlandia, spanyol, turki. Dan buku ini merupakan terjemahan yang diterjemahkan oleh Musahadi HAM, tolikhah, M.mukhsin jamil, Imam taufiq, akhmad arif junaedi, misbah zulfa elizabeth di bawah naungan walisongo mediation center.
Di dalam buku ini menjelaskan mengenai cara mengembangkan kampanye non-kekerasan strategis, cara menyiapkan aksi-aksi non kekerasan efektif, berbagai latihan untuk kerja-kerja non kekerasan  termasuk dinamika kelompok dan persoalan gender, dan berbagai cerita dan strategi yang menunjukan penggunaan alat-alat organisasi non-kekerasan dan menggambarkan kampanye-kampanye berskala global.
2.      ISI
Buku ini diawali dengan pembahasan mengenai  pengenalan tentang non-kekerasan an mengapa menggunakan istilah tersebut. Yakni kerja non-kekerasan adalah sebuah ambisi untuk mengakhiri kekerasan, baik kekerasan fisik atau kekerasan yang terstruktur dan kebanyakan orang memiliki banyak pandangan untuk mengadopsi non-kekerasan.
Pandangan-pandangan yang berbeda dalam memahami sesuatu dapat menjadi sumber gesean didalam berkampanye, dan membutuhkan pemecahan. Dalam bab ini diterangkan bagaiman non-kekerasan itu bekerja,dan bagaimana  pelatihan aksi non kekerasan, termasuk didalamnya topik-topik potensial untuk pelatihan aksi non kekerasan, sampai dengan sejarah penggunaan aksi non-kekerasan.
Bab kedua membahas tentang gender dan non-kekerasan, karena gender adalah dalam definisi masyarakat kita adalah tentang peran laki-laki dan wanita, maskulinitas dan feminitas. Tradisi masyarakat yang telah membuat maskulinitas sebagai suatu yang dominan, agresif dan mengontrol serta feminitas kelemahan, submisif, dan melayani secara dalam telah mempengaruhi.
Kesadaran akan gender akan membantu kita meyakinkan bahwa dalam tindakan dkita tidak melanggengkan ketidakadilan yang sama. Mungkin gender bukan penyebab konflik, tapi perbedaan  pandangan kita  mengenai maskulinitas dan feminitas menjadi penyebab konflik dan menetukan cara orang bertikai.  Dalam bab ini enulis memasukan konsep-konsep dan latihan-latihan  untuk meneliti kampanye dan aksi non-kekerasan melalui kacamata gender.
Gender  adalah sebuah kontruksi sosial mengenai gagasan yang mendefinisikan peran, sistemkepercayaan dan sikap, bayangan, nilai serta harapan mengenai laki-laki dan perempuan. Gender memberikan kontribusi yang besar dalam pembentukan relasi kekuasaan, tidak hanya antara laki-laki dan perempuan tetapi juga dala masing-masing kelompok  yang banyak menimbulkan masalah.
Dalam bab ini gender di bahas untuk meluruskan bagaimana gender itu dan seperti apakah pembahasan non-kekerasan dalm kacamata gender. Dalam kampanye non-kekerasn butuh yang namaya perencanaan dan fasilitas pelatihan dan juga melibatkan banyak orang.  Karena itu penulis menyajikan informasi dalam buku ini seputar  bagaimana mengatur sebuah pelatihan dan memfasilitasinya, bagaimana belajar bekerja sama, dilanjutkan dengan kampanye/ non kekerasan. Kampanye ini menyangkut komitmen yang jelas terhadap non kekerasan, dalam hal ini terdapat beberapa langkah dasar seperti meneliti, mengumpulkan informasi, mendidik dan melatih, serta mengembangkan strategi.
Prinsip-prinsip aksi non-kekerasn juga di embangkan sebagi sebuah prses kolaboratif dengan melibatkan pelatihan non-kekerasan di Amerika Serikat.merencanakan aksi non-kekerasan dan mengembangkan strategi yang efektif  menjadi sesuatu yang penting untuk di pertimbangkan.
Mengorganisir aksi-aksi non kekerasan yang efektif, dan bagaiman acara mengorganisir sebuah protes menjadi pembahasan yang bagus karena  dengan ini kita mampu mengorganisir konflik-konflik yang terjadi. Sebuah protes muncul karena ada sesuatu ketidak cocokan baik dalam lingkup mikro yakni individual ataupun kelompok sebagai suatu yang makro.
Buku ini juga menyertakan pengalaman aksi non-kekerasan di berbagai negara disertai dengan bagaimana aksi itu tidak hanya sekedar aksi melainkan juga disertai humor dengan bijaksana.  Cerita dan strategi mengenai aksi non-kekerasan juga tak luput dalam buku ini. Karena bagian dalam buku ini merupakan kumpulan dari berbagai cerita dan strategi penggunana non kekerasan dalam berbagai belahan dunia, yang dari cerita itu membantu kita untuk belajar dari pengalaman masa lalu, motivasi untuk bertindak.
Meskipaun konteks dari cerita-cerita berbeda, tapi semua mempunyai non-kekerasan sebagai  satu prinsip yang sama. Latihan-latihan untuk aksi non-kekerasan di ceritakan secara gambalang sehingga penbaca bisa mempraktekannya dengan mudah. Diharapkan latihan ini berguna dalam proses mengembangkan kampanye non kekerasan.
Buku ini adalah buku yang bagus karena buku ini seperti memprakarsai model kampanye yang tanpa kekerasan, berusaha untuk menciptakan suasana yang damai dan rukun. Buku ini di buat mungkin karena potensi konflik kekerasan itu sangat besar. Dan konflik itu tidak bisa di kelola dengan baik. Buku ini bagus khususnya bagi orang-orang yang merindukan kedamaian tanpa kekerasan.
Selain itu buku ini juga adalah hasil dari kolaborasi dari para aktivis non-kekerasan yang tergabung daam jaringan WIR (War Resister’s international) yang didalamnya berasal dari berbagai negara di belahan dunia seperti Australia, belgia, kolumbia, chili, jerman, italia, korea selatan, skandivia, spanyol dan turki. Jadi buku ini hasil riset terhadap perubahan sosial yang ada, yang didalamnya terdapat serangkaian penjelasan yang gambalang dan mudah di pahami. Juga, di dalam buku tersebut disertai dengan cerita-cerita dan strategi mengenai aksi non-kekerasan  dari berbagai negara.
Yang menjadi kelebihan buku ini juga adalah di sertakannya penjelasan mengenai latihan-latihan aksi non-kekerasan yang bisa di praktekan bagi pmbaca.Kekurangan buku ini adalah pada cover atau sampul yang kurang menarik, ukuran buku yang mini. Namun kelebihannya lebih dari itu karena buku ini mendidik dan berusaha untuk berkontribusi mengupayakan tercapainya dunia yang berkeadilan dan berkedamaian.


3.      PENUTUP
Buku ini adalah buku yang bagus terutama bagi siapa saja yang merindukan akan adanya perdamaian di antara umat manusia yang berimplikasi akan terciptanya sebuah kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar