Kamis, 08 Januari 2015

MAKALAH SEJARAH PERADABAN ISLAM


MASUKNYA ISLAM KE SPANYOL DAN PERKEMBANGANNYA
MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : SEJARAH PERADABAN ISLAM
Dosen Pengampu: Muhammad Aqil Luthfan, M.A., M.Hum.









Disusun Oleh:

1.      Azimatus Syarifah      (123911039)






FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS  ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2014





       I.            PENDAHULUAN
Agama islam adalah agama yang mudah oleh karena itu tidak diragukan lagi apabila perkembangan islam begitu cepat tidak terbatas hanya di Asia saja namun merata keseluruh dunia. Di Asia dan Afrika, pertumbuhan dan kemajuan islam begitu mudah tetapi di Eropa pertumbuhan islam begitu pelan karena tidak mudah berdakwah kepada kaum sekularisme.
Spanyol, pada zaman dahulu pernah dikuasai oleh umat islam di masa kejayaannya, tahun 93-989 H/713-1492 M. Berarti lama sekali islam masuk di spanyol. Sudah pasti segala kebudayaan islam masih melekat erat bahkan tidak dapat dihilangkan. Islam mengalami kemunduran bukan berarti setelah kemunduran itu islam lenyap sama sekali dari bumi spanyol.[1]

    II.            RUMUSAN MASALAH
A.    Bagaimana kondisi spanyol pra islam?
B.     Bagaimana masuknya islam ke spanyol?
C.     Bagaimana perkembangan islam di spanyol?
D.    Bagaimana masa keemasan islam di spanyol?
E.     Apa saja kontribusi islam di spanyol terhadap kemajuan barat?

III        PEMBAHASAN

A.    Kondisi spanyol pra islam
Wilayah spanyol merupakan daerah disemenanjung andalusia. Umat islam menduduki spanyol ketika pemerintahan kholifah Walid Ibn Abdul Malik (705-715M), salah seorang khalifah bani umayah yang berpusat didamaskus.Bangsa spanyol sendiri sbelum ditaklukan oleh umat islam pernah dikuasai dan dimasuki oleh berbagai suku bangsa.
Pertama, pada abad ke-2M, spanyol merupakan wilayah taklukan bangsa romawi. Pada masa ini juga berkembang agama kristen, kebudayaan, undang-undang, dan seni romawi. Kedua, pada periode romawi ini, juga masuk sejumlah imigran yahudi. Sampai kedatangan islam, etnis yahudi merupakan etnis mayoritas diwilayah spanyol. Ketiga, sekitar tahun406 M, Spanyol juga dimasuki oleh orang bangsa vandal. Mereka sempat menguasai spanyol sampai datangnya bangsa Visighostic. Bangsa ini kemudian mendirikan kerajaan Ghotic.
Di bawah kekuasaan rezim yang terakhir ini, Visighotic, Spanyol berada dalam kondisi yang sangat parah oleh adanya hirarki golongan dalam struktur masyarakat. Ketika itu kesenjangan terjadi begitu tajam pada praktek dan struktur sosial, ekonomi, politik dan keagamaan. Karena itu kemudian muncul bentuk masyarakat yang tebagi kepada kelas-kelas tertentu yang pada gilirannya memunculkan sikap arogansi status sosial pada kelompok elit, termasuk di kalangan kelompok elit agama.
Mengenai kekacauan Spanyol di bawah kekuasaan kerajaan Visighotic ditunjukkan oleh adanya beberapa kenyataan sebagai berikut:
1.      Pemerintahan yang berkuasa di Spanyol baik yang berada dalam kekuasaan Visighotic atau sebelumnya yaitu bangsa Romawi, keduanya menggunakan tangan besi.
2.      Struktur masyarakat yang tidak serasi dan keadaanya semakin hari semakin memburuk, yang berakibat tidak kuat dan tidak kokohnya kerajaan Visighotic  untuk mempertahankan keutuhan masyarakat sendiri dan untuk menahan serangan dari luar.
3.      Adanya watak atau karakter buruk sebagai akibat dari lingkungan yang buruk, memberikan dampak negati terhadap sebagian kaum bangsawan dan para pangeran yang suka menaburkan benih perpecahan dan pertentangan, baik dala kalangan masyarakat maupun dalam kelompok penguasa tingkat atas.
4.      Kelompok pendeta yang merasa tersisihkan oleh rezim imperium Romawi, berusaha mengangkat derajad umat kristen dibawah pimpinan mereka masing-masing, serta berusaha memperbaiki nasib mereka dengan berbagai cara.
Kenyataan inilah yang pada akhirnya memaksa Spanyol harus berhadapan dengan berbagai persoalan yang sangat serius dibidang sosial, ekonomi, politik dan keagamaan. Ekonomi masyarakat Spanyol misalnya, pada saat islam datang kenegeri itu, sudah lumpuh, disebabkan oleh tidak efektifnya pendayagunaan sumber-sumber ekonomi produktif, disamping terdapatnya praktek-praktek perekonomian yang jelas merugikan rakyat kecil.
Secara sederhana dapat disebutkan bahwa sebelum kedatangan islam, sesungguhnya kondisi masyarakat Spanyol sangat buruk sekali. Karena sedemikian buruknya, Mahmudun-Nasir melukiskannya sebagai negeri yang keadaan penduduknya belum pernah sebegitu buruk dan salah urus seperti Spanyol dibawah kekuasaan raja Ghotic yang menindas itu. Kondisi inilah yang menyebabkan masyarakat spanyol merindukan munculnya ‘’ratu adil’’, sebuah kekuatan yang mengeluarkan mereka dari segala bentuk tirani dan ketidakadilan kerinduan mereka temukan jawabannya pada saat kedatangan islam ke tanah Spanyol.[2]
B.     Masuknya Islam ke Spanyol

Sebelum menaklukan Spanyol, umat islam terlebih dulu menguasai afrika utara  dan menjadikannya sebagai salah satu provinsi dari dinasti Bani Umayyah. Penguasaan sepenuhnya atas Afrika Utara  terjadi pada zaman khalifah Abdul Malik (685-705 M). Tampaknya, tujuan umat islam menguasai Afrika Utara adalah membuka jalan untuk mengadakan ekspedisi lebih besar ke Spanyol, karena di Afrika Utara itulah ekspedisi ke Spanyol lebih mudah dilakukan.[3]
Sebagaimana disebutkan bahwa spanyol diduduki islam pada zaman khalifah Al-Walid (705-706 M), merupakan salah satu khalifah dari Bani Umayah yang berpusat di Damaskus, sebelum penaklukan Spanyol umat islam telah menguasai Afrika Utara dan menjadikannay sebagai salah satu propinsi dari Dinasti Umayyah.
Dalam proses penaklulan Spanyol terdapat tiga pahlawan islam yang dapat dikaitkan pali ng berjasa memimpin satuan-satuan pasukan kesana. Mereka adalah Tharif Ibnu Malik, Thariq Ibn Ziyad, dan Musa Ibn Nusair. Thariq dapat disebut sebagai perintis dan penyidik, ia menyeberangi selat yang diantara Maroko dengan benua Eropa itu dengan pasukan perang 500 orang diantaranya tentara berkuda, mereka menaiki empat buah kapal yang yang disediakan oleh Julian.[4]
Dalam penyerbuan ke spanyol, Thariq bin Ziyad lebih dikenal sebagai penakluk karena pasukannya lebih besar dan hasilnya lebih nyata. pasukannay terdiri dari sebagian suku barbar yang didukung oleh Musa bin Nushair dan sebagian lagi orang arab yang dikirim khalifah Al-Walid. Pasukan itu kemudian menyeberangi selat dibawah pimpinan Thoriq bin Ziyad tempat dimana Thariq dan pasukannya mendarat untuk pertama kali, kemudian dikenal dengan nama Gibraltar-Jabal Thariq, bukit Thariq, diambil dari namanya sendiri Thariq.
Dengan dikuasainya daerah ini maka terbukalah pintu secara luas untuk memasuki Spanyol. Dalam pertempuran di suatu tempat yang bernama Bakkah, Raja Roderick dapat dikalahkan. Dari sini Thariq dan pasukannya terus menaklukan kota-kota penting seperti Cordova, Granada dan Toledo (ibu kota kerajaan Ghotic kala itu). Daerah Visighot di Spanyol termasuk juga Provinsi Narbonne (sekarang prancis selatan) dan ini juga diduduki islam dalam tahun715 atau sesudahnya.
Gelombang perluasan wilayah selanjutnya muncul pada masa pemerintah khalifah Umar bin Abdul Azis tahun 99 H/717 M, kali ini sasaran ditujukan untuk menguasai daerah sekitar pegunungan Pyrenia dan Prancis selatan. Pimpinan pasukan dipercayakan kepada As-Samah tetapi usahanya gagal dan ia sendiri terbunuh pada tahun 102 H.
Sejak pertama kali menginjakkan kaki di tanah Spanyol hinnga jatuhnya kerajaan islam terakhir disana, islam memainkan peranan yang sangat besar.masa ini berlangsung lebih dari 7,5 abad. Menurut prof. Dr. Hamka, kekuasaan islam di Spanyol itu dibagi kepada tiga masa berikut :
1)      Suatu provinsi dari kerajaan Bani Umayyah di Damaskus diperintah oleh wakil khalifah yang dikirim kesana, mulai tahun 93 H sampai 138 M.
2)      Diperintah oleh Amir yang berdiri sendiri, terpisah dari khalifah Bani Abbas di Baghdad, dimulai oleh Abu Abdurrahman Ad-Dakhil pada tahun 138 H sampai 315 H.
3)      Abdurrahman An-Nashir memaklumkan dirinya menjadi khalifah di Andalusia, yaitu mulai tahun 315 H sampai 422 H.
Dalam kurun waktu 7,5 abad, islam telah berkembang di Spanyol dengan pesatnya yang pada gilirannya mampu membawa dampak yang sangat besar bagi dunia keilmuan dan pengetahuan yang terjadi di Eropa pada umumnya.[5]
C.    Perkembangan islam di Spanyol
Sejak pertama kali menginjakkan kali di tanah Spanyol hingga katuhnya kerajaan islam terakhir disana, islam memainkan peranan yang sangat besar. Masa itu berlangsung lebih dari 7,5 abad. Sejarah panjang yang dilalui umat islam di Spanyol itu dapat dibagi menjadi enam periode, yaitu :
1)      Periode pertama (711-755 M)
Pada periode ini, Spanyol berada dibawah pemerintahan para wali yang diangkat oleh khalifah Bani Umayah yang berpusat di damaskus. Pada periode ini stabilitas politik negri Spanyol belum tercapai secara sempurna , gangguan-gangguan maih terjadi, baik datang dari dalam maupun dari luar.[6]

2)      Periode kedua (755-912 M)
Pada periode ini, Spanyol berada di bawah pemerintahan seorang yang bergelar Amir (panglima atau gubernur) tetapi tidak tunduk kepada pusat pemerintahan islam yang saat itu di pegang oleh khalifah Abbasiyah di Baghdad. Penguasa-penguasa spanyol pada masa ini adalah : Abd Rahman Ad-Dakhil, Hisyam I, Hakam I, Abd Rahman Al-autshat, Muhammad Ibnu Abd Al-Rahman, Munzir Ibn Muhammad, dan Abdullah Ibn Muhammad.    
Pada periode ini, umat islam Spanyol mulai memperoleh kemajuan-kemajuan baik itu dalam bidang politik maupun dalam bidang peradaban. Pemikiran filsafat mulai masuk pada periode ini terutama di zaman Abd Rahman Al-autshat. Abd Rahman Ad-Dakhil mendirikan masjid cordova dan sekolah-sekolah di kota besar spanyol. Hisyam dikenal dalam menegakkan hukum-hukum islam dan hakam dikenal sebagai pembaharu dalam bidang militer.

3)      Periode ketiga (912-1013 M)
Periode ini berlangsung pada masa pemerintahan Abd Rahman III yang bergelar ‘’An-Nasir’’ sampai munculnya raja-raja kelompok yang dikenal dengan sebutan Mulk Ath-Thawaif. pada periode ini Spanyol dipimpin oleh penguasa dengan sebutan khalifah. Khalifah-khalifah besar yang pernah memerintah di zaman ini ada tiga yaitu Abd Al-Rahman An-Nasir (912-961 M), Hakam II (961-976 M), Hisyam (976-1009 M).
Pada periode ini umat islam Spanyol mengalami  puncak kemajuan dan kejayaan, menyaingi kemajuan Daulat Abbasiyah di Baghdad. Abd Rahman An-Nasir mendirikan Universitas Cordova. Perpustakaan memiliki koleksi ratusan ribu buku. Hakam II juga seorang kolektor buku dan pendiri perpustakaan. Awal kehancuran Spanyol adalah ketika hisyam naik tahta  pada waktu usianya berumur sebelas tahun. Karena itulah kekhalifahan berada ditangan pejabat. Para pejabat mengangkat Ibn Abi ‘Amr sebagai pemegang kekuasaan. Ia dinilai berhasil dalam pemerintahannya karena berhasil melakukan ekspansi yang cukup luas.pada tahun 1002 M dia digantikan oleh putranya, Al-Muzaffar.
 Pada tahun 1008 M, Al-Muzaffar digantikan oleh adiknya yang sama sekali tidak berkopeten dalam dalam memerintah. Sehingga pemerintahannya terjadi kehancuran yang parah dan para pejabat pun tak ada yang bisa memperbaiki Spanyol pada waktu itu.

4)      Periode keempat (1013-1086 M)
Pada periode ini, spanyol terpecah leih dari tiga puluh negara kecil di bawah bagian pemerintahan raja-raja  golongan atau Al-Mulukuth At-Thawaif yang berpusat di suatu kota seperti Sevilla, Cordova, Toledo dan sebagainya. Pada periode ini umat islam masuk kembali memasuki masa pertikian intern. Ironisnya, kalau terjadi perang saudara  ada diantara pihak-pihak yang bertikai itu yang meminta bantuan kepada raja-raja kristen. Melihat kekacauan yang menimpa keadaan politik  islam iyu, untuk pertama kalinya, orang-orang kristen pada periode ini mulai mengambil inisiatif penyerangan. Meskipun suhu politik tidak stabil, namun kehidupan intelektual terus berkembang pada  periode ini.[7]

5)      Periode kelima (1086-1248 M)
Pada periode ini, Spanyol islam walaupun terpecah dalam beberapa negara tetapi terdapat satu kekuatan yang dominan, yaitu dinasti Murabithun (1086-1143 M) dan dinasti Muwahhidun (1146-1235 M). Dinasti Murobithun masuk ke Spanyol atas undangan penguasa-penguasa  islam disana yang tengah memikul beban berat perjuangan mempertahankan negerinya  dari serangan-serangan orang kristen. Ia dan tentaranya masuk ke spanyol pada 1086 M dan berhasil mengalahkan pasukan castilia.

6)      Periode keenam (1232-1492 M)
Pada periode ini islam berkuasa hanya di daerah granada, dibawah dinasti Bani Ahmar (1232-1492 M). Peradaban kembali mengalami kemajuan seperti pada zaman Abdurrahman An-Nasir. Akan tetapi secara politik dinasti ini hanya berkuasa di wilayah kecil.
Kekuasaan islam yang merupakan pertahanan terakhir di Spanyol ini berakhir. Karena perselisihan orang istana yang memperebutkan kekuasaan. Abu Abdullah Muhammad merasa tidak senang dengan ayahnya, karena menunjuk anaknya yang lain untuk menggantikannya menjadi raja, dia memberontak dan berusaha merebut kekuasaan. Dalam pemeberontakan itu ayahnya terbunuh dan digantikan oleh Muhammad Ibnu Sa’ad . Abu Abdullah kemudian meminta bantuan kepada Ferdinan dan Issabella untuk menjatuhkannya. Dua penguasa kristen ini dapat mengalahkan penguasa yang sah dan mengangkat  Abu Abdullah.
Tentu saja Ferdinan dan Issabella yang mempersatukan dua kerajaan besar kristen melalui perkawinan itu tidak cukup merasa puas, keduanya ingin merebut kekuasaan terakhir ummat islam di Spanyol. Abu Abdullah tidak kuasa menahan serangan orang-orang kristen dan akhirnya mengaku kalah. Ia menyerahkan kekuasaannya kepada Ferdinan dan Issabella, kemudian hijrah ke Afrika Utara. Dengan demikian berakhirlah kekuasaan islam di Spanyol pada tahun 1429 M. Umat setelah itu dihadapkan pada dua pilihan, masuk kristen atau pergi meninggalkan Spanyol. Pada tahun 1609 M, boleh dikatakan tidak ada lagi umat islam di Spanyol.[8]

D.    Masa keemasan islam di spanyol
Sejak kemenangan islam, Spanyol dengan serta merta ikut menyempurnakan keberhasilan mereka. Penaklukan wilayah ini oleh Thariq bin Ziyad pada tahun 710 M. Tidak mendapat perlawanan yang bererti dari penguaa mereka yang mana secara politis kekuatan pemerintahan mereka berada dalam kondisi yang lemah dimana posisi rakyatnya berlawanan dengan penguasanya.
Setelah menjadi bagian dari wilayah islam, spanyol diperintah oleh wali-wali gubernur yang diangkat langsung oleh pemerintahan pusat oleh bani Umayyah I di Damaskus., sebagai bentuk keberhasilan mereka.Puncak kejayaan islam di Spanyol terjadi pada periode ke tiga (912-1013 M) dimulai dari pemerintahan Abd Ar-Rahman III yang bergelar An-Nasir. Pada periode ini, Spanyol diperintah oleh penguasa dengan gelar khalifah. [9]
Spanyol adalah negeri yang subur, kesuburan itu mendatangkan penghasilan ekonomi yang tinggi yang pada gilirannya banyak menghasilkan para pemikir. Masyarakat Spanyol islam merupakan masyarakat yang majemuk yang terdiri dari komunitas-komunitas arab (utara-selatan), Al Muwalladun (orang Spanyol yang masuk  islam) Barbar (umat islam yang berasal dari Afrika Utara) Al-Shaqalibah (penduduk daerah antara Konstantinopel dan Bulgaria yang menjadi tawanan Jerman dan dijual kepada penguasa islam untuk dijadikan tentara bayaran). Semua komunitas itu memberikan saham intelektual terhadap terbentuknya lingkungan spanyol yang melahirkan kebangkitan ilmiah, sastra, dan pembangunan fisik di Spanyol. [10]

E.     Kontribusi islam di Spanyol terhadap kemajuan barat
Dalam masa lebih dari tujuh abad, kekuasaan islam di Spanyol. Umat islam telah mencapai kejayaannya disana. Banyak prestasi yang mereka peroleh, bahkan pengaruhnya membawa Eropa dan kemudian dunia kepada kemajuan yang lebih kompleks.
Diantara kemajuan yang di capai islam spanyol di bidang intelektual adalah :
1)      Filsafat
Islam di Spanyol telah mencatat  satu lembaran yang sangat brilian dalam bentangan sejarah islam. Ia berperan sebagai jembatan penyeberangan yang dilalui ilmu pengetahuan  Yunani ke Eropa pada abad ke-12. Minat terhadap filsafat ilmu pengetahuan mulai dikembangkan pada abad ke-9 M, selama kekuasaan pemerintah bani Umayyah yang ke-5, Muhammad Ibn Abdurrahman (832-886 M). [11]

2)      Sains
Sains yang terdiri dari ilmu-ilmu kedokteran, fisika, matematika, astronomi, kimia, botani, zoologi, geologi juga berkembang dengan baik. Dalam wilayah islam bagian barat melahirkan banyak pemikir terkenal.
Beberapa tokoh sains dalam bidang astronomi yaiu Abbas bin Farnas, Ibrahim bin Yahya An-Naqqash, Ibnu Saffar, Al Bitruji. Dalam bidang obat-obatan antara lain Ahmad Bin Iyas dari Cordova, Ibnu Juljul, Ibnu Hazm.  Adapun dibidang kedokteran yaitu Ummul Hasan Binti Abi Ja’far seorang tokoh dokter wanita.

3)      Bahasa dan sastra
Pada masa islam di spanyol banyak yang ahli dan mahir dalam bahasa arab, diantaranya : Ibnu Sayyidih, Muhammad Bin Malik, Ibnu Khuruf, Ibnu Al-Hajj, Abu Ali Al-Isybili, Abu Hasan Bin Usfur dan Abu Hayyan Al-Gharnathi.
Dalam bidang sastra banyak bermunculan seperti Al-Aqd Al-Farid karya Ibn Abd Rabbih, Adz-Dzakirah fi Mahasin Ahl Al-Jazirah karya Ibnu Bassam, kitab Al Qalaid karya Al-Fath bin Khaqan dan lain-lain.
4)      Musik dan kesenian
Musik dan kesenian pada masa islam di spanyol sangat masyhur dan banyak memperoleh apresiasi dari para tokoh penguasa istana. Tokoh musik dan seni antara lain : Al Hasan bin Nafi yang mendapat gelar Zaryab. Zaryab juga terkenal sebagai pencipta lagu-lagu.
Selain itu islam juga memberikan kontribusi yang besar dalam bidang keilmuwa dan keagamaan seperti pada tafsir salah satu mufassir yang terkenal dari Andalusia adalah Al-Qurtubi. Adapun karyanya dalam bidang tafsir adalah Al Jami’u li Ahkam Alqur’an, kitab tafsir yang terdiri dari 20 jilid ini dikenal dengan nama tafsir Al-Qurtubi. Dalam bidang fiqh Spanyol islam dikenal sebagai pusat pengembangan madzab maliki.
Islam juga berkontribusi dalam kemajuan di bidang arsitektur bangunan. Kemegahan bangunan fisik islam Spanyol sangat maju, dan mendapat perhatian umat dari penguasa. Umumnya bangunan-bangunan di Spanyol memiliki nilai arsitektur yang tinggi. Jalan-jalan sebagai alat transportasi dibangun. Pasar-pasar dibangun untuk membangun perekonomian dan  juga kanal-kanal saluran air dan jembatan-jembatan.
Kota-kota di Spanyol yang menunjukkan arsitektur bangunan yang tinggi diantaranya seperti Cordova, Granada, Sevilla, dan Toledo.[12]


 IV       KESIMPULAN
Sejarah pernah mencatat bahwa peradaban islam pernah mencapai puncak kejayaannya di spanyol dan pernah mengalami masa keemasannya. Islam pun telah memberikan kontribusi yang besar di spanyol, kemajuan yang dibawa dan diperkenalkan islam dengan dunia barat tersebut  ditandai dengan munculnya tokoh-tokoh ilmuwan dan filosof dari spanyol.
 Spanyol pulalah yang menjadi gerbang utama masuknya islam kebarat dan kemudian membangkitkan barat dari dunia kegelapan dan memperkenalkan kepada kemajuan. Selain itu islam juga pernah menorehkan karya-karya yang luar biasa indahnya dalam bangunan bangunan dengan arsitektur tinggi yang terdapat di beberapa kota di spanyol.

V         PENUTUP
Demikian makalah yang dapat kami tulis, kami menyadari bahwa makalah kami jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan. Untuk itu kritik dan saran dari para pembaca kami harapkan untuk perbaikan makalah dan untuk kedepannya bisa lebih baik.  Semoga makalah ini membawa manfaat bagi kita semua. Aamiin











DAFTAR PUSTAKA
Amin, Samsul  Munir. 2010. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Amzah.
Fakhri, Majid. 2001. Sejarah Filsafat Islam. Jakarta: Pustaka Jaya.
Fu’adi, Imam. 2012. Sejarah Peradaban Islam. Yogyakarta : Penerbit Teras.
Nasution, Harun. 1996. Islam ditinjau dari berbagai aspeknya, jilid 2. Yogyakarta: Titian Ilahi Press.
Supriyadi, Dedi. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Pustaka Setia.
Syukur, Fatah.  Sejarah Peradaban Islam. Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra.
Yatim, Badri.  2011. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: PT Grafindo Persada.


                                                                                              




[1] Fatah syukur, sejarah peradaban islam, (Semarang : PT. Pustaka Rizki Putra). hal 121.
[2] Imam fu’adi, Sejarah Peradaban Islam, (Yogyakarta : penerbit teras, 2012). hal.21.
[3] Dedi supriyadi, Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta : Pustaka Setia, 2008). hal.117.
[4] Fatah syukur, Sejarah Peradaban Islam, (semarang : PT. Pustaka Rizki Putra). hal.121-122.
[5] Samsul munir amin, Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta : AMZAH, 2010). hal.164-166.
[6] Badri yatim, Sejarah Peradaban Islam, ( Jakarta : Rajawali Press, 2011). Hal.93.
[7] Harun nasution, Islam ditinjau dari berbagai aspeknya, jilid 2 , (Yogyakarta : Titian Ilahi Press, 1996) . hal.149.
[8] Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, ( Jakarta : Rajawali Press, 2011). hal. 99-100.
[9] Fatah syukur, Sejarah Peradaban Islam, (Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra). hal.123.
[10] Badri yatim, Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta: Rajawali Press, 2011). hal.101.
[11] Majid fakhri, Sejarah Filsafat Islam, (Jakarta: Pustaka Jaya, ). hal.35.
[12] Samsul munir amin, Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta : AMZAH, 2010).  hal. 173-175.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar