MASUKNYA ISLAM
KE SPANYOL DAN PERKEMBANGANNYA
MAKALAH
Disusun Guna
Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : SEJARAH PERADABAN ISLAM
Dosen Pengampu: Muhammad Aqil Luthfan,
M.A., M.Hum.
Disusun Oleh:
1.
Azimatus Syarifah (123911039)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
WALISONGO
SEMARANG
2014
I.
PENDAHULUAN
Agama islam adalah agama yang mudah
oleh karena itu tidak diragukan lagi apabila perkembangan islam begitu cepat
tidak terbatas hanya di Asia saja namun merata keseluruh dunia. Di Asia dan
Afrika, pertumbuhan dan kemajuan islam begitu mudah tetapi di Eropa pertumbuhan
islam begitu pelan karena tidak mudah berdakwah kepada kaum sekularisme.
Spanyol, pada zaman dahulu pernah
dikuasai oleh umat islam di masa kejayaannya, tahun 93-989 H/713-1492 M.
Berarti lama sekali islam masuk di spanyol. Sudah pasti segala kebudayaan islam
masih melekat erat bahkan tidak dapat dihilangkan. Islam mengalami kemunduran
bukan berarti setelah kemunduran itu islam lenyap sama sekali dari bumi
spanyol.[1]
II.
RUMUSAN MASALAH
A.
Bagaimana
kondisi spanyol pra islam?
B.
Bagaimana
masuknya islam ke spanyol?
C.
Bagaimana
perkembangan islam di spanyol?
D.
Bagaimana
masa keemasan islam di spanyol?
E.
Apa
saja kontribusi islam di spanyol terhadap kemajuan barat?
III PEMBAHASAN
A.
Kondisi spanyol pra islam
Wilayah spanyol
merupakan daerah disemenanjung andalusia. Umat islam menduduki spanyol ketika pemerintahan
kholifah Walid Ibn Abdul Malik (705-715M), salah seorang khalifah bani umayah
yang berpusat didamaskus.Bangsa spanyol sendiri sbelum ditaklukan oleh umat
islam pernah dikuasai dan dimasuki oleh berbagai suku bangsa.
Pertama, pada
abad ke-2M, spanyol merupakan wilayah taklukan bangsa romawi. Pada masa ini
juga berkembang agama kristen, kebudayaan, undang-undang, dan seni romawi.
Kedua, pada periode romawi ini, juga masuk sejumlah imigran yahudi. Sampai
kedatangan islam, etnis yahudi merupakan etnis mayoritas diwilayah spanyol.
Ketiga, sekitar tahun406 M, Spanyol juga dimasuki oleh orang bangsa vandal.
Mereka sempat menguasai spanyol sampai datangnya bangsa Visighostic. Bangsa ini
kemudian mendirikan kerajaan Ghotic.
Di bawah
kekuasaan rezim yang terakhir ini, Visighotic, Spanyol berada dalam kondisi
yang sangat parah oleh adanya hirarki golongan dalam struktur masyarakat.
Ketika itu kesenjangan terjadi begitu tajam pada praktek dan struktur sosial,
ekonomi, politik dan keagamaan. Karena itu kemudian muncul bentuk masyarakat
yang tebagi kepada kelas-kelas tertentu yang pada gilirannya memunculkan sikap
arogansi status sosial pada kelompok elit, termasuk di kalangan kelompok elit
agama.
Mengenai
kekacauan Spanyol di bawah kekuasaan kerajaan Visighotic ditunjukkan oleh
adanya beberapa kenyataan sebagai berikut:
1.
Pemerintahan
yang berkuasa di Spanyol baik yang berada dalam kekuasaan Visighotic atau
sebelumnya yaitu bangsa Romawi, keduanya menggunakan tangan besi.
2.
Struktur
masyarakat yang tidak serasi dan keadaanya semakin hari semakin memburuk, yang
berakibat tidak kuat dan tidak kokohnya kerajaan Visighotic untuk mempertahankan keutuhan masyarakat
sendiri dan untuk menahan serangan dari luar.
3.
Adanya
watak atau karakter buruk sebagai akibat dari lingkungan yang buruk, memberikan
dampak negati terhadap sebagian kaum bangsawan dan para pangeran yang suka
menaburkan benih perpecahan dan pertentangan, baik dala kalangan masyarakat
maupun dalam kelompok penguasa tingkat atas.
4.
Kelompok
pendeta yang merasa tersisihkan oleh rezim imperium Romawi, berusaha mengangkat
derajad umat kristen dibawah pimpinan mereka masing-masing, serta berusaha
memperbaiki nasib mereka dengan berbagai cara.
Kenyataan inilah
yang pada akhirnya memaksa Spanyol harus berhadapan dengan berbagai persoalan
yang sangat serius dibidang sosial, ekonomi, politik dan keagamaan. Ekonomi
masyarakat Spanyol misalnya, pada saat islam datang kenegeri itu, sudah lumpuh,
disebabkan oleh tidak efektifnya pendayagunaan sumber-sumber ekonomi produktif,
disamping terdapatnya praktek-praktek perekonomian yang jelas merugikan rakyat
kecil.
Secara
sederhana dapat disebutkan bahwa sebelum kedatangan islam, sesungguhnya kondisi
masyarakat Spanyol sangat buruk sekali. Karena sedemikian buruknya, Mahmudun-Nasir
melukiskannya sebagai negeri yang keadaan penduduknya belum pernah sebegitu
buruk dan salah urus seperti Spanyol dibawah kekuasaan raja Ghotic yang
menindas itu. Kondisi inilah yang menyebabkan masyarakat spanyol merindukan
munculnya ‘’ratu adil’’, sebuah kekuatan yang mengeluarkan mereka dari segala
bentuk tirani dan ketidakadilan kerinduan mereka temukan jawabannya pada saat
kedatangan islam ke tanah Spanyol.[2]
B.
Masuknya Islam ke Spanyol
Sebelum menaklukan Spanyol, umat islam terlebih dulu menguasai
afrika utara dan menjadikannya sebagai
salah satu provinsi dari dinasti Bani Umayyah. Penguasaan sepenuhnya atas
Afrika Utara terjadi pada zaman khalifah
Abdul Malik (685-705 M). Tampaknya, tujuan umat islam menguasai Afrika Utara
adalah membuka jalan untuk mengadakan ekspedisi lebih besar ke Spanyol, karena
di Afrika Utara itulah ekspedisi ke Spanyol lebih mudah dilakukan.[3]
Sebagaimana disebutkan bahwa spanyol diduduki islam pada zaman
khalifah Al-Walid (705-706 M), merupakan salah satu khalifah dari Bani Umayah
yang berpusat di Damaskus, sebelum penaklukan Spanyol umat islam telah
menguasai Afrika Utara dan menjadikannay sebagai salah satu propinsi dari
Dinasti Umayyah.
Dalam proses penaklulan Spanyol terdapat tiga pahlawan islam yang
dapat dikaitkan pali ng berjasa memimpin satuan-satuan pasukan kesana. Mereka
adalah Tharif Ibnu Malik, Thariq Ibn Ziyad, dan Musa Ibn Nusair. Thariq dapat
disebut sebagai perintis dan penyidik, ia menyeberangi selat yang diantara
Maroko dengan benua Eropa itu dengan pasukan perang 500 orang diantaranya
tentara berkuda, mereka menaiki empat buah kapal yang yang disediakan oleh Julian.[4]
Dalam penyerbuan ke spanyol, Thariq bin Ziyad lebih dikenal sebagai
penakluk karena pasukannya lebih besar dan hasilnya lebih nyata. pasukannay
terdiri dari sebagian suku barbar yang didukung oleh Musa bin Nushair dan
sebagian lagi orang arab yang dikirim khalifah Al-Walid. Pasukan itu kemudian menyeberangi
selat dibawah pimpinan Thoriq bin Ziyad tempat dimana Thariq dan pasukannya
mendarat untuk pertama kali, kemudian dikenal dengan nama Gibraltar-Jabal
Thariq, bukit Thariq, diambil dari namanya sendiri Thariq.
Dengan dikuasainya daerah ini maka terbukalah pintu secara luas
untuk memasuki Spanyol. Dalam pertempuran di suatu tempat yang bernama Bakkah, Raja
Roderick dapat dikalahkan. Dari sini Thariq dan pasukannya terus menaklukan
kota-kota penting seperti Cordova, Granada dan Toledo (ibu kota kerajaan Ghotic
kala itu). Daerah Visighot di Spanyol termasuk juga Provinsi Narbonne (sekarang
prancis selatan) dan ini juga diduduki islam dalam tahun715 atau sesudahnya.
Gelombang perluasan wilayah selanjutnya muncul pada masa pemerintah
khalifah Umar bin Abdul Azis tahun 99 H/717 M, kali ini sasaran ditujukan untuk
menguasai daerah sekitar pegunungan Pyrenia dan Prancis selatan. Pimpinan
pasukan dipercayakan kepada As-Samah tetapi usahanya gagal dan ia sendiri
terbunuh pada tahun 102 H.
Sejak
pertama kali menginjakkan kaki di tanah Spanyol hinnga jatuhnya kerajaan islam
terakhir disana, islam memainkan peranan yang sangat besar.masa ini berlangsung
lebih dari 7,5 abad. Menurut prof. Dr. Hamka, kekuasaan islam di Spanyol itu
dibagi kepada tiga masa berikut :
1)
Suatu
provinsi dari kerajaan Bani Umayyah di Damaskus diperintah oleh wakil khalifah yang
dikirim kesana, mulai tahun 93 H sampai 138 M.
2)
Diperintah
oleh Amir yang berdiri sendiri, terpisah dari khalifah Bani Abbas di Baghdad,
dimulai oleh Abu Abdurrahman Ad-Dakhil pada tahun 138 H sampai 315 H.
3)
Abdurrahman
An-Nashir memaklumkan dirinya menjadi khalifah di Andalusia, yaitu mulai tahun
315 H sampai 422 H.
Dalam kurun
waktu 7,5 abad, islam telah berkembang di Spanyol dengan pesatnya yang pada
gilirannya mampu membawa dampak yang sangat besar bagi dunia keilmuan dan
pengetahuan yang terjadi di Eropa pada umumnya.[5]
C.
Perkembangan islam di Spanyol
Sejak pertama kali menginjakkan kali di tanah Spanyol hingga
katuhnya kerajaan islam terakhir disana, islam memainkan peranan yang sangat
besar. Masa itu berlangsung lebih dari 7,5 abad. Sejarah panjang yang dilalui
umat islam di Spanyol itu dapat dibagi menjadi enam periode, yaitu :
1)
Periode
pertama (711-755 M)
Pada periode ini, Spanyol berada dibawah pemerintahan para wali
yang diangkat oleh khalifah Bani Umayah yang berpusat di damaskus. Pada periode
ini stabilitas politik negri Spanyol belum tercapai secara sempurna ,
gangguan-gangguan maih terjadi, baik datang dari dalam maupun dari luar.[6]
2)
Periode
kedua (755-912 M)
Pada periode ini, Spanyol berada di bawah pemerintahan seorang yang
bergelar Amir (panglima atau gubernur) tetapi tidak tunduk kepada pusat
pemerintahan islam yang saat itu di pegang oleh khalifah Abbasiyah di Baghdad.
Penguasa-penguasa spanyol pada masa ini adalah : Abd Rahman Ad-Dakhil, Hisyam
I, Hakam I, Abd Rahman Al-autshat, Muhammad Ibnu Abd Al-Rahman, Munzir Ibn
Muhammad, dan Abdullah Ibn Muhammad.
Pada periode ini, umat islam Spanyol mulai memperoleh
kemajuan-kemajuan baik itu dalam bidang politik maupun dalam bidang peradaban.
Pemikiran filsafat mulai masuk pada periode ini terutama di zaman Abd Rahman
Al-autshat. Abd Rahman Ad-Dakhil mendirikan masjid cordova dan sekolah-sekolah
di kota besar spanyol. Hisyam dikenal dalam menegakkan hukum-hukum islam dan
hakam dikenal sebagai pembaharu dalam bidang militer.
3)
Periode
ketiga (912-1013 M)
Periode ini berlangsung pada masa pemerintahan Abd Rahman III yang
bergelar ‘’An-Nasir’’ sampai munculnya raja-raja kelompok yang dikenal dengan
sebutan Mulk Ath-Thawaif. pada periode ini Spanyol dipimpin oleh penguasa
dengan sebutan khalifah. Khalifah-khalifah besar yang pernah memerintah di
zaman ini ada tiga yaitu Abd Al-Rahman An-Nasir (912-961 M), Hakam II (961-976
M), Hisyam (976-1009 M).
Pada periode ini umat islam Spanyol mengalami puncak kemajuan dan kejayaan, menyaingi
kemajuan Daulat Abbasiyah di Baghdad. Abd Rahman An-Nasir mendirikan
Universitas Cordova. Perpustakaan memiliki koleksi ratusan ribu buku. Hakam II
juga seorang kolektor buku dan pendiri perpustakaan. Awal kehancuran Spanyol
adalah ketika hisyam naik tahta pada
waktu usianya berumur sebelas tahun. Karena itulah kekhalifahan berada ditangan
pejabat. Para pejabat mengangkat Ibn Abi ‘Amr sebagai pemegang kekuasaan. Ia
dinilai berhasil dalam pemerintahannya karena berhasil melakukan ekspansi yang
cukup luas.pada tahun 1002 M dia digantikan oleh putranya, Al-Muzaffar.
Pada tahun 1008 M,
Al-Muzaffar digantikan oleh adiknya yang sama sekali tidak berkopeten dalam
dalam memerintah. Sehingga pemerintahannya terjadi kehancuran yang parah dan
para pejabat pun tak ada yang bisa memperbaiki Spanyol pada waktu itu.
4)
Periode
keempat (1013-1086 M)
Pada periode ini, spanyol terpecah leih dari tiga puluh negara
kecil di bawah bagian pemerintahan raja-raja
golongan atau Al-Mulukuth At-Thawaif yang berpusat di suatu kota seperti
Sevilla, Cordova, Toledo dan sebagainya. Pada periode ini umat islam masuk
kembali memasuki masa pertikian intern. Ironisnya, kalau terjadi perang
saudara ada diantara pihak-pihak yang bertikai
itu yang meminta bantuan kepada raja-raja kristen. Melihat kekacauan yang
menimpa keadaan politik islam iyu, untuk
pertama kalinya, orang-orang kristen pada periode ini mulai mengambil inisiatif
penyerangan. Meskipun suhu politik tidak stabil, namun kehidupan intelektual
terus berkembang pada periode ini.[7]
5)
Periode
kelima (1086-1248 M)
Pada periode ini, Spanyol islam walaupun terpecah dalam beberapa
negara tetapi terdapat satu kekuatan yang dominan, yaitu dinasti Murabithun
(1086-1143 M) dan dinasti Muwahhidun (1146-1235 M). Dinasti Murobithun masuk ke
Spanyol atas undangan penguasa-penguasa
islam disana yang tengah memikul beban berat perjuangan mempertahankan
negerinya dari serangan-serangan orang
kristen. Ia dan tentaranya masuk ke spanyol pada 1086 M dan berhasil
mengalahkan pasukan castilia.
6)
Periode
keenam (1232-1492 M)
Pada periode ini islam berkuasa hanya di daerah granada, dibawah
dinasti Bani Ahmar (1232-1492 M). Peradaban kembali mengalami kemajuan seperti
pada zaman Abdurrahman An-Nasir. Akan tetapi secara politik dinasti ini hanya
berkuasa di wilayah kecil.
Kekuasaan
islam yang merupakan pertahanan terakhir di Spanyol ini berakhir. Karena
perselisihan orang istana yang memperebutkan kekuasaan. Abu Abdullah Muhammad
merasa tidak senang dengan ayahnya, karena menunjuk anaknya yang lain untuk
menggantikannya menjadi raja, dia memberontak dan berusaha merebut kekuasaan.
Dalam pemeberontakan itu ayahnya terbunuh dan digantikan oleh Muhammad Ibnu
Sa’ad . Abu Abdullah kemudian meminta bantuan kepada Ferdinan dan Issabella
untuk menjatuhkannya. Dua penguasa kristen ini dapat mengalahkan penguasa yang
sah dan mengangkat Abu Abdullah.
Tentu saja Ferdinan dan Issabella yang mempersatukan dua kerajaan
besar kristen melalui perkawinan itu tidak cukup merasa puas, keduanya ingin
merebut kekuasaan terakhir ummat islam di Spanyol. Abu Abdullah tidak kuasa
menahan serangan orang-orang kristen dan akhirnya mengaku kalah. Ia menyerahkan
kekuasaannya kepada Ferdinan dan Issabella, kemudian hijrah ke Afrika Utara.
Dengan demikian berakhirlah kekuasaan islam di Spanyol pada tahun 1429 M. Umat
setelah itu dihadapkan pada dua pilihan, masuk kristen atau pergi meninggalkan
Spanyol. Pada tahun 1609 M, boleh dikatakan tidak ada lagi umat islam di Spanyol.[8]
D.
Masa
keemasan islam di spanyol
Sejak kemenangan islam, Spanyol dengan serta merta ikut
menyempurnakan keberhasilan mereka. Penaklukan wilayah ini oleh Thariq bin Ziyad
pada tahun 710 M. Tidak mendapat perlawanan yang bererti dari penguaa mereka
yang mana secara politis kekuatan pemerintahan mereka berada dalam kondisi yang
lemah dimana posisi rakyatnya berlawanan dengan penguasanya.
Setelah menjadi bagian dari wilayah islam, spanyol diperintah oleh
wali-wali gubernur yang diangkat langsung oleh pemerintahan pusat oleh bani
Umayyah I di Damaskus., sebagai bentuk keberhasilan mereka.Puncak kejayaan
islam di Spanyol terjadi pada periode ke tiga (912-1013 M) dimulai dari
pemerintahan Abd Ar-Rahman III yang bergelar An-Nasir. Pada periode ini, Spanyol
diperintah oleh penguasa dengan gelar khalifah. [9]
Spanyol adalah negeri yang subur, kesuburan itu mendatangkan
penghasilan ekonomi yang tinggi yang pada gilirannya banyak menghasilkan para
pemikir. Masyarakat Spanyol islam merupakan masyarakat yang majemuk yang terdiri
dari komunitas-komunitas arab (utara-selatan), Al Muwalladun (orang Spanyol
yang masuk islam) Barbar (umat islam
yang berasal dari Afrika Utara) Al-Shaqalibah (penduduk daerah antara
Konstantinopel dan Bulgaria yang menjadi tawanan Jerman dan dijual kepada
penguasa islam untuk dijadikan tentara bayaran). Semua komunitas itu memberikan
saham intelektual terhadap terbentuknya lingkungan spanyol yang melahirkan
kebangkitan ilmiah, sastra, dan pembangunan fisik di Spanyol. [10]
E.
Kontribusi
islam di Spanyol terhadap kemajuan barat
Dalam masa lebih dari tujuh abad, kekuasaan islam di Spanyol. Umat
islam telah mencapai kejayaannya disana. Banyak prestasi yang mereka peroleh,
bahkan pengaruhnya membawa Eropa dan kemudian dunia kepada kemajuan yang lebih
kompleks.
Diantara
kemajuan yang di capai islam spanyol di bidang intelektual adalah :
1)
Filsafat
Islam di Spanyol telah mencatat
satu lembaran yang sangat brilian dalam bentangan sejarah islam. Ia
berperan sebagai jembatan penyeberangan yang dilalui ilmu pengetahuan Yunani ke Eropa pada abad ke-12. Minat
terhadap filsafat ilmu pengetahuan mulai dikembangkan pada abad ke-9 M, selama
kekuasaan pemerintah bani Umayyah yang ke-5, Muhammad Ibn Abdurrahman (832-886
M). [11]
2)
Sains
Sains yang terdiri dari ilmu-ilmu kedokteran, fisika, matematika,
astronomi, kimia, botani, zoologi, geologi juga berkembang dengan baik. Dalam
wilayah islam bagian barat melahirkan banyak pemikir terkenal.
Beberapa tokoh sains dalam bidang astronomi yaiu Abbas bin Farnas,
Ibrahim bin Yahya An-Naqqash, Ibnu Saffar, Al Bitruji. Dalam bidang obat-obatan
antara lain Ahmad Bin Iyas dari Cordova, Ibnu Juljul, Ibnu Hazm. Adapun dibidang kedokteran yaitu Ummul Hasan
Binti Abi Ja’far seorang tokoh dokter wanita.
3)
Bahasa
dan sastra
Pada masa islam di spanyol banyak yang ahli dan mahir dalam bahasa
arab, diantaranya : Ibnu Sayyidih, Muhammad Bin Malik, Ibnu Khuruf, Ibnu
Al-Hajj, Abu Ali Al-Isybili, Abu Hasan Bin Usfur dan Abu Hayyan Al-Gharnathi.
Dalam bidang sastra banyak bermunculan seperti Al-Aqd Al-Farid
karya Ibn Abd Rabbih, Adz-Dzakirah fi Mahasin Ahl Al-Jazirah karya Ibnu Bassam,
kitab Al Qalaid karya Al-Fath bin Khaqan dan lain-lain.
4)
Musik
dan kesenian
Musik dan kesenian pada masa islam di spanyol sangat masyhur dan
banyak memperoleh apresiasi dari para tokoh penguasa istana. Tokoh musik dan
seni antara lain : Al Hasan bin Nafi yang mendapat gelar Zaryab. Zaryab juga
terkenal sebagai pencipta lagu-lagu.
Selain itu islam juga memberikan kontribusi yang besar dalam bidang
keilmuwa dan keagamaan seperti pada tafsir salah satu mufassir yang terkenal
dari Andalusia adalah Al-Qurtubi. Adapun karyanya dalam bidang tafsir adalah Al
Jami’u li Ahkam Alqur’an, kitab tafsir yang terdiri dari 20 jilid ini dikenal
dengan nama tafsir Al-Qurtubi. Dalam bidang fiqh Spanyol islam dikenal sebagai
pusat pengembangan madzab maliki.
Islam juga berkontribusi dalam kemajuan di bidang arsitektur
bangunan. Kemegahan bangunan fisik islam Spanyol sangat maju, dan mendapat
perhatian umat dari penguasa. Umumnya bangunan-bangunan di Spanyol memiliki
nilai arsitektur yang tinggi. Jalan-jalan sebagai alat transportasi dibangun.
Pasar-pasar dibangun untuk membangun perekonomian dan juga kanal-kanal saluran air dan
jembatan-jembatan.
Kota-kota di Spanyol yang menunjukkan arsitektur bangunan yang
tinggi diantaranya seperti Cordova, Granada, Sevilla, dan Toledo.[12]
IV KESIMPULAN
Sejarah pernah mencatat bahwa
peradaban islam pernah mencapai puncak kejayaannya di spanyol dan pernah
mengalami masa keemasannya. Islam pun telah memberikan kontribusi yang besar di
spanyol, kemajuan yang dibawa dan diperkenalkan islam dengan dunia barat
tersebut ditandai dengan munculnya
tokoh-tokoh ilmuwan dan filosof dari spanyol.
Spanyol pulalah yang menjadi gerbang utama
masuknya islam kebarat dan kemudian membangkitkan barat dari dunia kegelapan
dan memperkenalkan kepada kemajuan. Selain itu islam juga pernah menorehkan
karya-karya yang luar biasa indahnya dalam bangunan bangunan dengan arsitektur
tinggi yang terdapat di beberapa kota di spanyol.
V PENUTUP
Demikian makalah yang dapat kami
tulis, kami menyadari bahwa makalah kami jauh dari sempurna dan masih banyak
kekurangan. Untuk itu kritik dan saran dari para pembaca kami harapkan untuk
perbaikan makalah dan untuk kedepannya bisa lebih baik. Semoga makalah ini membawa manfaat bagi kita
semua. Aamiin
DAFTAR PUSTAKA
Amin, Samsul Munir. 2010. Sejarah
Peradaban Islam. Jakarta: Amzah.
Fakhri, Majid. 2001. Sejarah Filsafat Islam. Jakarta:
Pustaka Jaya.
Fu’adi, Imam. 2012. Sejarah Peradaban Islam. Yogyakarta :
Penerbit Teras.
Nasution, Harun. 1996. Islam ditinjau dari berbagai aspeknya,
jilid 2. Yogyakarta: Titian Ilahi Press.
Supriyadi, Dedi. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta:
Pustaka Setia.
Syukur, Fatah. Sejarah Peradaban
Islam. Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra.
Yatim, Badri. 2011. Sejarah
Peradaban Islam. Jakarta: PT Grafindo Persada.
[1]
Fatah syukur, sejarah
peradaban islam, (Semarang : PT. Pustaka Rizki Putra). hal 121.
[2]
Imam fu’adi, Sejarah
Peradaban Islam, (Yogyakarta : penerbit teras, 2012). hal.21.
[3]
Dedi supriyadi,
Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta : Pustaka Setia, 2008). hal.117.
[4] Fatah syukur, Sejarah
Peradaban Islam, (semarang : PT. Pustaka Rizki Putra). hal.121-122.
[5]
Samsul munir amin,
Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta : AMZAH, 2010). hal.164-166.
[6] Badri yatim,
Sejarah Peradaban Islam, ( Jakarta : Rajawali Press, 2011). Hal.93.
[7]
Harun nasution,
Islam ditinjau dari berbagai aspeknya, jilid 2 , (Yogyakarta : Titian
Ilahi Press, 1996) . hal.149.
[8]
Badri Yatim, Sejarah
Peradaban Islam, ( Jakarta : Rajawali Press, 2011). hal. 99-100.
[9] Fatah syukur, Sejarah
Peradaban Islam, (Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra). hal.123.
[10]
Badri yatim, Sejarah
Peradaban Islam, (Jakarta: Rajawali Press, 2011). hal.101.
[11] Majid fakhri, Sejarah
Filsafat Islam, (Jakarta: Pustaka Jaya, ). hal.35.
[12]
Samsul munir
amin, Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta : AMZAH, 2010). hal. 173-175.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar