Kamis, 08 Januari 2015

MAKALAH PERENCANAAN PEMBELAJARAN


KEMAMPUAN AWAL DAN KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK
MAKALAH

Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Perencanaan Pembelajaran
Dosen Pengampu : Dra. Muntholi’ah, M. Pd

Description: G:\iain.jpeg
 







                                                                                                      

Disusun Oleh :

Azimatus Syarifah (123911039)

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2014




KEMAMPUAN AWAL DAN KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK
I. PENDAHULUAN
            Setiap siswa dipastikan memiliki perilaku dan karakteristik yang berbeda . Dalam pembelajaran, kondisi ini penting untuk diperhatikan karena dengan mengidentifikasi kondisi awal siswa saat akan mengikuti pembelajaran dapat memberikan informasi penting bagi guru dalam pemilihan strategi pengelolaan, yang berkaitan dengan bagaimana menata pengajaran, khususnya komponen-komponen strategi pengajaran yang efektif dan sesuai dengan karakteristik perseorangan siswa sehingga pembelajaran akan lebih bermakna.
            Kegiatan menganalisis kemampuan dan karakteristik siswa dalam pengembangan pembelajaran merupakan pendekatan yang menerima siswa apa adanya dan untuk menyusun sistem pembelajaran atas dasar keadaan siswa tersebut. Dengan demikian mengidentifikasi kemampuan awal dan karakteristik siswa  adalah bertujuan untuk menentukan apa yang harus diajarkan dan apa yang tidak harus diajarkan dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan.
           
II. RUMUSAN MASALAH
A.    Bagaimana pengertian kemampuan awal dan karakteristik peserta didik?
B.     Bagaimana teknik-teknik untuk mengidentifikasi kemampuan awal dan karakteristik peserta didik?
C.     Apa saja tujuan mengidentifikasi kemampuan awal dan karakteristik peserta didik?
D.    Bagaimana contoh instrumen untuk mengidentifikasi  kemampuan awal dan karakteristik peserta didik?

III. PEMBAHASAN
A. Pengertian Kemampuan Awal Dan Karakteristik Peserta Didik

            Peserta didik merupakan sumberdaya utama dan terpenting dalam proses pendidikan formal. Tidak ada peserta didik, tidak ada guru, peserta didik bisa belajar tanpa guru. Sebaliknya guru tidak bisa mengajar tanpa peserta didik. Karenanya, kehadiran peserta didik menjadi sebuah keniscayaan dalam proses pendidikan formal atau pendidikan yang dilembagakan dan menuntut interaksi antara pendidik dan peserta didik. Tentu saja, optimasi pertumbuhan dan perkembangan pesertadidik dianggap perwujudannya, tanpa kehadiran guru yang profesional.[1]
            Kemampuan awal (Entering Behaviour) adalah kemampuan yang harus telah diperoleh siswa sebelum dia memperoleh kemampuan terminal yang baru. Kemampuan awal menentukan status pengetahuan dan ketrampilan siswa sekarang untuk menuju kestatus yang akan datang yang diinginkan guru agar tercapai oleh siswa. Dengan kemampuan ini dapat ditentukan darimana pengajaran  harus dimulai. Kemampuan terminal merupakan arah tujuan pengajaran diakhiri. Jadi, pengajaran berlangsung dari kemampuan awal sampai ke kemampuan terminal itulah yang menjadi tanggung jawab pengajar.[2]
            Setiap individu memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan (Heredity) dan karakteristik yang diperoleh dari pengaruh lingkungan. Karakteristik bawaan merupakan karakteristik keturunan yang dimiliki sejak lahir, baik yang menyangkut faktor biologis maupun faktor psikologis.[3]
            Karakteristik peserta didik adalah totalitas kemampuan dan perilaku yang ada pada pribadi mereka sebagai hasil dari interaksi antara pembawaan dengan lingkungan sosialnya, sehingga menetukan pola aktivitasnya dalam mewujudkan harapan dan meraih cita-cita. Karena itu upaya untuk memahami perkembangan peserta didik harus dikaitkan atau disesuaikan dengan karakteristik siswa itu sendiri. Utamanya pemahaman peserta didik bersifat individual, meski pemahaman atas karakteristik dominan mereka ketika didalam kelompok menjadi penting. Ada empat hal yang dominan dari karakteristik peserta didik, diantaranya:
a.       Kemampuan dasar, misalnya kemampuan kognitif atau intelektual, afektif dan psikomotor.
b.      Latar belakang kultural lokal, status sosial. Status ekonomi, agama dan sebagainya.
c.       Perbedaan-perbedaan kepribadian seperti sikap, perasaaan, minat dan lain-lain.
d.      Cita-cita, pandangan kedepan, keyakinan diri, daya tahan dan lain-lain. [4]


B. Teknik-Teknik Mengidentifikasi Kemampuan Awal Dan Karakteristik Peserta Didik

       Didalam mengidentifikasi kemampuan awal dan karakteristik peserta didik latar belakang siswa juga perlu dipertimbangkan dalam mempersiapkan materi yang akan disajikan diantaranya faktor akademis dan faktor sosial :
1.      Faktor Akademis : Faktor-faktor yang penting menjadi kajian guru adalah jumlah siswa yang dihadapi didalam kelas, apakah itu kelas besar atau kels kecil. Disamping itu, latar belakang akademis siswa, indeks prestasi, tingkat intelegensi, tingkat kecerdasan emosi yang ditandai oleh kematangannya dalam berpikir dan merasa, tingkat ketrampilan membaca, nilai ujian, kebiasaan belajar dll.
2.      Faktor Sosial : Usia kematangan (maturity) siswa menentukan kesanggupan untuk mengikuti sebuah pembelajaran, rentan perhatian (attention spam) dan bakat-bakat khusus siswa. Demikian juga hubungan kedekatan sesama siswa dan keadaan sosial ekonomi siswa itu sendiri mempengaruhi pribadi dankepercayaan diri untuk belajar lebih maksimal.[5]
       Teknik untuk mengidentifikasi kemampuan awal anak adalah  seorang pendidik dapat melakukan tes awal (pre-test). untuk mengetahui karakteristik peserta didik tersebut bisa dengan menggunakan kuisioner, interview, observasi dan tes.[6]
1.      Kuisioner atau angket adalah alat pengumpul data secara tertulis yang berisi daftar pertanyaan (questions) atau pernyataan (statement) yang disusun secara khusus dan digunakan untuk menggali dan menghimpun keterangan data / informasi sebagaimana dibutuhkan dan cocok untuk dianaisis.
2.      Interview atau wawancara adalah teknik pengumpulan data melalui komunikasi langsung (tatap muka) antara pihak penanya (inter-viewer) dengan pihak yang dianya atau penjawab (inter-viewe).
3.      Observation atau pengamatan adalah teknik yang digunakan dengan mengkaji suatu gejala dan/atau peristiwa melalui upaya mengamatu dan mencatat data secara sistematis.[7]

C. Tujuan mengidentifikasi kemampuan awal dan karakteristik peserta didik

       Identifikasi kemampuan awal dan karakteristik peserta didik adalah salah satu upaya para guru yang digunakan untuk memperoleh pemahaman tentang tuntutan, bakat, minat , kebutuhan dan kepentingan peserta didik berkaitan dengan progeram pembelajaran tertentu. Tahapan ini dipandang begitu perlu mengingat banyak pertimbangan seperti; peserta didik, perkembangan sosial, budaya, ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kepentingan program pendidikan/ pembelajaran tertentu yang akan diikuti peserta didik. Identifikasi kemampuan awal dan karakteristik peserta didik bertujuan:
a.         Memperoleh informasi yang lengkap dan akurat berkenaan dengan kemampuan serta karakteristik awal siswa sebelum mengikuti program pembelajaran tertentu.
b.        Menyeleksi tuntutan, bakat, minat, kemampuan, serta kecenderungan peserta didik berkaitan dengan pemilihan program-program pembelajaran tertentu yang akan diikuti mereka.
c.         Menentukan desain program pembelajaran dan atau pelatihan tertentu yang perlu dikembangkan sesuai dengan kemampuan awal peserta didik.
       Mengidentifikasi kemampuan awal dan karakteristik siswa dalam pengembangan program pembelajaran sangat perlu dilakukan, yaitu untuk mengetahui kualitas perseorangan sehingga dapat dijadikan petunjuk dalam mendeskripsikan strategi pengelolaan pembelajaran. Aspek-aspek yang diungkap dalam kegiatan ini bisa berupa bakat, motivasi belajar, gaya belajar kemampuan berfikir, minat dll.
Hasil kegiatan mengidentifikasi kemampuan awal dan karakteristik siswa akan merupakan salah satu dasar dalam mengembangkan sistem instruksional yang sesuai untuk siswa. Dengan melaksanakan kegiatan tersebut, masalah heterogen siswa dalam kelas dapat diatasi, setidak-tidaknya banyak dikurangi.[8]
D.    Contoh Instrumen Untuk Mengidentifikasi  Kemampuan Awal Dan Karakteristik Peserta Didik
Teknik yang paling tepat untuk mengetahui kemampuan awal siswa yaitu teknik tes. Teknik tes ini menggunakan tes prasyarat dan tes awal (pre-requisite dan pretes). Sebelum memasuki pelajaran sebaiknya guru membuat tes prasyarat tes awal, Tes prasyarat adalah tes untuk mengetahui apakah siswa telah memiliki pengetahuan katerampilan yang diperlukan atau disyaratkan untuk mengikuti suatu pelajaran. Sedangkan tes awal (pre test) adalah tes untuk mengetahui seberapa jauh siswa telah memiliki pengetahuan atau keterampilan mengenai pelajaran yang hendak diikuti. Benjamin S. Bloom melalui beberapa eksperimen membuktikan bahwa “untuk belajar yang bersifat kognitif apabila pengetahuan atau kecakapan pra syarat ini tidak dipenuhi, maka betapa pun kualitas pembelajaran tinggi, maka tidak akan menolong untuk memperoleh hasil belajar yang tinggi”. (A.Suhaenah Suparno, 2000: 43). Hasil pre tes juga sangat berguna untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan yang telah dimiliki dan sebagai perbandingan dengan hasil yang dicapai setelah mengikuti pelajaran. Jadi kemampuan awal sangat diperlukan untuk menunjang pemahaman siswa sebelum diberi pengetahuan baru karena kedua hal tersebut saling berhubungan.[9]
Sedangkan untuk mengidentifikasi peserta didik dapat menggunkan instrumen berupa angket atau koesioner. Seperti contoh dibawah ini:
PETUNJUK
1.      Pada kuesioner ini terdapat 8 pernyataan. Pertimbangkan baik-baik setiap pernyataan dalam kaitannya dengan materi pembelajaran yang baru selesai kamu pelajari, dan tentukan kebenarannya. Berilah jawaban yang benar-benar cocok dengan pilihanmu.
2.      Pertimbangkan setiap pernyataan secara terpisah dan tentukan kebenarannya. Jawabanmu jangan dipengaruhi oleh jawaban terhadap pernyataan lain.
3.      Ikuti petunjuk-petunjuk lain yang mungkin diberikan berkaitan dengan lembar jawaban. Terima kasih.
PILIHAN

1= Sangat tidak setuju
2= Tidak setuju
3= setuju
4= ragu-ragu
5= sangat setuju

PERNYATAAN

1.      Pada awal pembelajaran, ada sesuatu yang menarik bagi saya.
2.      Materi pembelajaran ini lebih sulit dipahami dari pada yang saya harapkan.
3.      Setelah membaca informasi pendahuluan saya yakin bahwa saya mengetahui apa yang harus saya pelajari dari pembelajaran ini.
4.      Menyelesaikan tugas-tugas dalam pembelajaran ini membuat saya merasa puas terhadap hasil yang telah saya capai.
5.      Jelas bagi saya bagaimana hubungan materi pembelajaran ini dengan apa yang telah saya ketahui.
6.      Banyak halaman-halaman yang mengandung amat banyak informasi sehingga sukar bagi saya untuk mengambil ide-ide penting dan mengingatnya.
7.      Terdapat cerita, gambar atau contoh yang menunjukan kepada saya bagaimana manfaat materi pembelajaran ini bagi beberapa orang.
8.      Menyelesaikan pembelajaran dengan berhasil sangat penting bagi saya.[10]

IV. KESIMPULAN
            Kemampuan awal (Entering Behaviour) adalah kemampuan yang harus telah diperoleh siswa sebelum dia memperoleh kemampuan terminal yang baru. Kemampuan awal menentukan status pengetahuan dan ketrampilan siswa sekarang untuk menuju kestatus yang akan datang yang diinginkan guru agar tercapai oleh siswa. Kemampuan awal ini dapat diidentifikasi menggunakan pretest.
Karakteristik peserta didik adalah totalitas kemampuan dan perilaku yang ada pada pribadi mereka sebagai hasil dari interaksi antara pembawaan dengan lingkungan sosialnya, sehingga menetukan pola aktivitasnya dalam mewujudkan harapan dan meraih cita-cita. Karakteristik peserta didik bisa diidentifikasi menggunakan angket atau kuisioner, observasi, dan wawancara.


V. PENUTUP
            Demikian makalah kemampuan awal dan karakteristik peserta didik  yang dapat kami susun. Semoga dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan kita tentang jenis-jenis karya tulis ilmiah dalam mata kuliah karya tulis ilmiah. Kritik dan saran yang membangun dari pihak pembaca sangat kami harapkan demi perbaikan makalah ini.







[1] Sudarwan Danim, Perkembangan Peserta Didik, (Bandung: Alfabeta, 2010) hlm. 1
[2] Mukhtar, Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Jakarta : CV Misaka Galiza,2003) Hlm.57
[3] Sunarto, Agung Hartono, Perkembangan Peserta Didik, (PT Rineka Cipta) hlm.4
[4] Sudarwan Danim, Perkembangan Peserta Didik, (Bandung: ALFABETA, 2010) hlm. 4
[5] Mukhtar, Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Jakarta : CV Misaka Galiza,2003) hlm. 58
[6] Riyanto Yatim, Paradigma Baru Pembelajaran, (Jakarta:  Prenada Media Group, 2009)
Hlm. 132
[7] Djudju Sudjana, Evaluasi Program Pendidikan Luar Sekolah, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2008)  hlm. 177


Tidak ada komentar:

Posting Komentar