KEMAMPUAN AWAL DAN KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK
MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Perencanaan Pembelajaran
Dosen Pengampu : Dra. Muntholi’ah, M. Pd
![]() |
Disusun Oleh :
Azimatus Syarifah (123911039)
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2014
KEMAMPUAN AWAL DAN KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK
I. PENDAHULUAN
Setiap siswa dipastikan memiliki
perilaku dan karakteristik yang berbeda . Dalam pembelajaran, kondisi ini
penting untuk diperhatikan karena dengan mengidentifikasi kondisi awal siswa
saat akan mengikuti pembelajaran dapat memberikan informasi penting bagi guru
dalam pemilihan strategi pengelolaan, yang berkaitan dengan bagaimana menata
pengajaran, khususnya komponen-komponen strategi pengajaran yang efektif dan
sesuai dengan karakteristik perseorangan siswa sehingga pembelajaran akan lebih
bermakna.
Kegiatan menganalisis kemampuan dan
karakteristik siswa dalam pengembangan pembelajaran merupakan pendekatan yang
menerima siswa apa adanya dan untuk menyusun sistem pembelajaran atas dasar
keadaan siswa tersebut. Dengan demikian mengidentifikasi kemampuan awal dan
karakteristik siswa adalah bertujuan
untuk menentukan apa yang harus diajarkan dan apa yang tidak harus diajarkan
dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan.
II. RUMUSAN MASALAH
A. Bagaimana
pengertian kemampuan awal dan karakteristik peserta didik?
B. Bagaimana
teknik-teknik untuk mengidentifikasi kemampuan awal dan karakteristik peserta
didik?
C. Apa
saja tujuan mengidentifikasi kemampuan awal dan karakteristik peserta didik?
D. Bagaimana
contoh instrumen untuk mengidentifikasi
kemampuan awal dan karakteristik peserta didik?
III. PEMBAHASAN
A. Pengertian Kemampuan Awal Dan Karakteristik
Peserta Didik
Peserta didik merupakan sumberdaya
utama dan terpenting dalam proses pendidikan formal. Tidak ada peserta didik,
tidak ada guru, peserta didik bisa belajar tanpa guru. Sebaliknya guru tidak
bisa mengajar tanpa peserta didik. Karenanya, kehadiran peserta didik menjadi
sebuah keniscayaan dalam proses pendidikan formal atau pendidikan yang
dilembagakan dan menuntut interaksi antara pendidik dan peserta didik. Tentu
saja, optimasi pertumbuhan dan perkembangan pesertadidik dianggap
perwujudannya, tanpa kehadiran guru yang profesional.[1]
Kemampuan awal (Entering Behaviour)
adalah kemampuan yang harus telah diperoleh siswa sebelum dia memperoleh
kemampuan terminal yang baru. Kemampuan awal menentukan status pengetahuan dan
ketrampilan siswa sekarang untuk menuju kestatus yang akan datang yang
diinginkan guru agar tercapai oleh siswa. Dengan kemampuan ini dapat ditentukan
darimana pengajaran harus dimulai.
Kemampuan terminal merupakan arah tujuan pengajaran diakhiri. Jadi, pengajaran
berlangsung dari kemampuan awal sampai ke kemampuan terminal itulah yang
menjadi tanggung jawab pengajar.[2]
Setiap individu memiliki ciri dan sifat
atau karakteristik bawaan (Heredity) dan karakteristik yang diperoleh dari
pengaruh lingkungan. Karakteristik bawaan merupakan karakteristik keturunan
yang dimiliki sejak lahir, baik yang menyangkut faktor biologis maupun faktor
psikologis.[3]
Karakteristik peserta didik adalah
totalitas kemampuan dan perilaku yang ada pada pribadi mereka sebagai hasil
dari interaksi antara pembawaan dengan lingkungan sosialnya, sehingga menetukan
pola aktivitasnya dalam mewujudkan harapan dan meraih cita-cita. Karena itu
upaya untuk memahami perkembangan peserta didik harus dikaitkan atau
disesuaikan dengan karakteristik siswa itu sendiri. Utamanya pemahaman peserta
didik bersifat individual, meski pemahaman atas karakteristik dominan mereka
ketika didalam kelompok menjadi penting. Ada empat hal yang dominan dari
karakteristik peserta didik, diantaranya:
a. Kemampuan
dasar, misalnya kemampuan kognitif atau intelektual, afektif dan psikomotor.
b. Latar
belakang kultural lokal, status sosial. Status ekonomi, agama dan sebagainya.
c. Perbedaan-perbedaan
kepribadian seperti sikap, perasaaan, minat dan lain-lain.
d. Cita-cita,
pandangan kedepan, keyakinan diri, daya tahan dan lain-lain. [4]
B. Teknik-Teknik Mengidentifikasi Kemampuan Awal Dan
Karakteristik Peserta Didik
Didalam mengidentifikasi kemampuan awal dan karakteristik
peserta didik latar belakang siswa juga perlu dipertimbangkan dalam
mempersiapkan materi yang akan disajikan diantaranya faktor akademis dan faktor
sosial :
1. Faktor
Akademis : Faktor-faktor yang penting menjadi kajian guru adalah jumlah siswa
yang dihadapi didalam kelas, apakah itu kelas besar atau kels kecil. Disamping
itu, latar belakang akademis siswa, indeks prestasi, tingkat intelegensi,
tingkat kecerdasan emosi yang ditandai oleh kematangannya dalam berpikir dan
merasa, tingkat ketrampilan membaca, nilai ujian, kebiasaan belajar dll.
2. Faktor
Sosial : Usia kematangan (maturity) siswa menentukan kesanggupan untuk
mengikuti sebuah pembelajaran, rentan perhatian (attention spam) dan
bakat-bakat khusus siswa. Demikian juga hubungan kedekatan sesama siswa dan
keadaan sosial ekonomi siswa itu sendiri mempengaruhi pribadi dankepercayaan
diri untuk belajar lebih maksimal.[5]
Teknik untuk mengidentifikasi kemampuan awal anak adalah seorang pendidik dapat melakukan tes awal
(pre-test). untuk mengetahui karakteristik peserta didik tersebut bisa dengan
menggunakan kuisioner, interview, observasi dan tes.[6]
1. Kuisioner
atau angket adalah alat pengumpul data secara tertulis yang berisi daftar
pertanyaan (questions) atau pernyataan (statement) yang disusun secara khusus
dan digunakan untuk menggali dan menghimpun keterangan data / informasi
sebagaimana dibutuhkan dan cocok untuk dianaisis.
2. Interview
atau wawancara adalah teknik pengumpulan data melalui komunikasi langsung
(tatap muka) antara pihak penanya (inter-viewer) dengan pihak yang dianya atau
penjawab (inter-viewe).
3. Observation
atau pengamatan adalah teknik yang digunakan dengan mengkaji suatu gejala
dan/atau peristiwa melalui upaya mengamatu dan mencatat data secara sistematis.[7]
C. Tujuan mengidentifikasi kemampuan awal dan
karakteristik peserta didik
Identifikasi kemampuan awal dan karakteristik peserta didik
adalah salah satu upaya para guru yang digunakan untuk memperoleh pemahaman
tentang tuntutan, bakat, minat , kebutuhan dan kepentingan peserta didik
berkaitan dengan progeram pembelajaran tertentu. Tahapan ini dipandang begitu
perlu mengingat banyak pertimbangan seperti; peserta didik, perkembangan
sosial, budaya, ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kepentingan
program pendidikan/ pembelajaran tertentu yang akan diikuti peserta didik. Identifikasi
kemampuan awal dan karakteristik peserta didik bertujuan:
a.
Memperoleh
informasi yang lengkap dan akurat berkenaan dengan kemampuan serta
karakteristik awal siswa sebelum mengikuti program pembelajaran tertentu.
b.
Menyeleksi
tuntutan, bakat, minat, kemampuan, serta kecenderungan peserta didik berkaitan
dengan pemilihan program-program pembelajaran tertentu yang akan diikuti
mereka.
c.
Menentukan
desain program pembelajaran dan atau pelatihan tertentu yang perlu dikembangkan
sesuai dengan kemampuan awal peserta didik.
Mengidentifikasi kemampuan awal dan karakteristik siswa dalam
pengembangan program pembelajaran sangat perlu dilakukan, yaitu untuk
mengetahui kualitas perseorangan sehingga dapat dijadikan petunjuk dalam
mendeskripsikan strategi pengelolaan pembelajaran. Aspek-aspek yang diungkap dalam
kegiatan ini bisa berupa bakat, motivasi belajar, gaya belajar kemampuan
berfikir, minat dll.
Hasil
kegiatan mengidentifikasi kemampuan awal dan karakteristik siswa akan merupakan
salah satu dasar dalam mengembangkan sistem instruksional yang sesuai untuk
siswa. Dengan melaksanakan kegiatan tersebut, masalah heterogen siswa dalam
kelas dapat diatasi, setidak-tidaknya banyak dikurangi.[8]
D.
Contoh
Instrumen Untuk Mengidentifikasi Kemampuan
Awal Dan Karakteristik Peserta Didik
Teknik yang
paling tepat untuk mengetahui kemampuan awal siswa yaitu teknik tes. Teknik tes
ini menggunakan tes prasyarat dan tes awal (pre-requisite dan pretes).
Sebelum memasuki pelajaran sebaiknya guru membuat tes prasyarat tes awal, Tes
prasyarat adalah tes untuk mengetahui apakah siswa telah memiliki pengetahuan
katerampilan yang diperlukan atau disyaratkan untuk mengikuti suatu pelajaran.
Sedangkan tes awal (pre test) adalah tes untuk mengetahui
seberapa jauh siswa telah memiliki pengetahuan atau keterampilan mengenai
pelajaran yang hendak diikuti. Benjamin S. Bloom melalui beberapa eksperimen
membuktikan bahwa “untuk belajar yang bersifat kognitif apabila pengetahuan
atau kecakapan pra syarat ini tidak dipenuhi, maka betapa pun kualitas
pembelajaran tinggi, maka tidak akan menolong untuk memperoleh hasil belajar
yang tinggi”. (A.Suhaenah Suparno, 2000: 43). Hasil pre tes juga sangat berguna
untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan yang telah dimiliki dan sebagai
perbandingan dengan hasil yang dicapai setelah mengikuti pelajaran. Jadi
kemampuan awal sangat diperlukan untuk menunjang pemahaman siswa sebelum diberi
pengetahuan baru karena kedua hal tersebut saling berhubungan.[9]
Sedangkan untuk mengidentifikasi peserta
didik dapat menggunkan instrumen berupa angket atau koesioner. Seperti contoh
dibawah ini:
PETUNJUK
1.
Pada
kuesioner ini terdapat 8 pernyataan. Pertimbangkan baik-baik setiap pernyataan
dalam kaitannya dengan materi pembelajaran yang baru selesai kamu pelajari, dan
tentukan kebenarannya. Berilah jawaban yang benar-benar cocok dengan pilihanmu.
2.
Pertimbangkan
setiap pernyataan secara terpisah dan tentukan kebenarannya. Jawabanmu jangan
dipengaruhi oleh jawaban terhadap pernyataan lain.
3.
Ikuti
petunjuk-petunjuk lain yang mungkin diberikan berkaitan dengan lembar jawaban.
Terima kasih.
PILIHAN
1= Sangat tidak setuju
2= Tidak setuju
3= setuju
4= ragu-ragu
5= sangat setuju
PERNYATAAN
1.
Pada awal pembelajaran, ada sesuatu
yang menarik bagi saya.
2.
Materi pembelajaran ini lebih sulit
dipahami dari pada yang saya harapkan.
3.
Setelah membaca informasi
pendahuluan saya yakin bahwa saya mengetahui apa yang harus saya pelajari dari
pembelajaran ini.
4.
Menyelesaikan tugas-tugas dalam
pembelajaran ini membuat saya merasa puas terhadap hasil yang telah saya capai.
5.
Jelas bagi saya bagaimana hubungan
materi pembelajaran ini dengan apa yang telah saya ketahui.
6.
Banyak halaman-halaman yang
mengandung amat banyak informasi sehingga sukar bagi saya untuk mengambil
ide-ide penting dan mengingatnya.
7.
Terdapat cerita, gambar atau contoh
yang menunjukan kepada saya bagaimana manfaat materi pembelajaran ini bagi
beberapa orang.
8.
Menyelesaikan pembelajaran dengan
berhasil sangat penting bagi saya.[10]
IV.
KESIMPULAN
Kemampuan
awal (Entering Behaviour) adalah kemampuan yang harus telah diperoleh siswa
sebelum dia memperoleh kemampuan terminal yang baru. Kemampuan awal menentukan
status pengetahuan dan ketrampilan siswa sekarang untuk menuju kestatus yang
akan datang yang diinginkan guru agar tercapai oleh siswa. Kemampuan awal ini
dapat diidentifikasi menggunakan pretest.
Karakteristik
peserta didik adalah totalitas kemampuan dan perilaku yang ada pada pribadi
mereka sebagai hasil dari interaksi antara pembawaan dengan lingkungan
sosialnya, sehingga menetukan pola aktivitasnya dalam mewujudkan harapan dan
meraih cita-cita. Karakteristik peserta didik bisa diidentifikasi menggunakan
angket atau kuisioner, observasi, dan wawancara.
V. PENUTUP
Demikian makalah kemampuan awal dan karakteristik peserta didik yang dapat kami susun. Semoga dapat bermanfaat
dan menambah pengetahuan kita tentang jenis-jenis karya tulis ilmiah dalam mata
kuliah karya tulis ilmiah. Kritik dan saran yang membangun dari pihak pembaca
sangat kami harapkan demi perbaikan makalah ini.
[1]
Sudarwan Danim, Perkembangan Peserta
Didik, (Bandung: Alfabeta, 2010) hlm. 1
[2] Mukhtar, Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,
(Jakarta : CV Misaka Galiza,2003) Hlm.57
[3] Sunarto, Agung
Hartono, Perkembangan Peserta Didik,
(PT Rineka Cipta) hlm.4
[4] Sudarwan
Danim, Perkembangan Peserta Didik,
(Bandung: ALFABETA, 2010) hlm. 4
[5] Mukhtar, Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,
(Jakarta : CV Misaka Galiza,2003) hlm. 58
[6]
Riyanto Yatim, Paradigma Baru
Pembelajaran, (Jakarta: Prenada
Media Group, 2009)
Hlm. 132
[7] Djudju
Sudjana, Evaluasi Program Pendidikan Luar
Sekolah, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2008) hlm. 177
[8] http://multazam-einstein.blogspot.com/2013/10/kemampuan-awal-dan-karakteristik.html Jumat 10/10/14 pukul 10 : 26
[10] http://expresisastra.blogspot.com/2013/07/angket-motivasi-siswa-terhadap.html Jumat 10/10/2014 pukul
10:50
